Saturday, August 25, 2007

keras, keras

hidup itu keras, tidak ada tempat bagi lilin lilin untuk hidup. entah di surga nanti. setelah api membakar habis tubuh lilin entah berapa nilai pengorbanannya. tidak ada apapun yang diharapkan oleh lilin. selain kedamaian dan ketenangan hati. tapi sayang dunia terlalu keras oleh hegemoni dan kekuatan. dimana lilin pasti lebih memilih mundur dan mencari arti dari itu. dalam kesunyian dalam keheningan, baik malam maupun siang lilin terus membakar. menerangi, tapi entah untuk siapa dan demi apa.

No comments:

Post a Comment