Wednesday, July 18, 2007

cerita tentang keperkasaanya di masa lalu

malam ini tepat pukul 3.50 am waktu indonesia barat. dua kucing bertarung, hitam dan putih. dari postur tubuh kucing hitam lebih besar dan pede untuk memenangkan pertarungan. terlihat di wajah kucing putih rasa khawatir akan kekalahan. kucing putih coba untuk menghindari pertarungan, tapi emosi berkata lain. kucing hitam terus saja memaksa untuk bertarung. kucing putih melarikan diri dan menabrak sebuah besi. lukanya parah namun mayatnya tak juga terlihat.

aku teringat kucingku, namanya nongi. lucu memang. nongi terlahir dalam keadaan cacat, kaki belakangnya lumpuh. ketika buang air besar pun nongi harus relakan sebagian tubuhnya terkena kotorannya sendiri. hidupnya penuh derita, tanpa ayah dan ibu. ia dipungut ibuku ketika ingin dibuang tetanggaku. tapi sekarang nongi pun telah pergi. pemakamannya tepat di depan rumahku yang kini menjadi jalan raya. saat saat terakhirnya, nongi memaksakan diri dengan kaki lumpuhnya berlari sejauh mungkin dari rumah. agar orang orang yang memiharanya tidak perlu repot karena kematiannya.

tapi bukan kematiannya yang kuingat tapi keperkasaan dan ketabahannya dalam menjalani hidup. sebagai kucing cacat nongi adalah pejantan kucing yang tangguh. tidak satupun kucing liar yang berani mendekati rumah. walaupun postur tubuh kucing itu lebih besar dari postur badannya, nongi tidak pernah gentar. ada satu kejadian ketika ada anak kucing liar yang masih kecil tersesat di rumah pada saat waktu makan. nongi dengan rela memberikan bagiannya untuk kucing itu.

beribu luka ditubuhnya, tapi ku yakin lebih banyak luka di hatinya.
itu lah yang kuingat dari kucingku, nongi.
tidak gentar melawan musuh dan, selalu mengikuti kata hati yang benar walau membahayakan nyawanya.

No comments:

Post a Comment