Monday, July 23, 2007

BiarKan inI jadi PersemBahan

Jadi apa ya nanti? kebanyakan anak-anak rada subversif sih tapi yang pasti kalo dulu pas gue jadi anak-anak dan temen-temen gw juga (yang masih masih anak-anak tentunya) kebanyakan pengen jadi pilot. tapi pas kelas enam SD cita-cita itu pupus dan menjadi dendam yang membara. bukan lantaran gigi yang ompong. tapi lantaran dunia begitu mudah ditipu oleh tuhan-tuhan kecil.

tapi apa artinya sebuah dendam sekarang, biarkan itu jadi persembahan. hal itu semakin kuat ketika dapet jadwal ngeliput tamu dari Canada yang mau berbagi pengalaman. umur mereka rata - rata 30 . salah satu diantara mereka sempat mengatakan. kalian saya yakin baru berumur 20 -an masih muda dan penuh kemarahan. tugas kalian sekarang adalah bagaimana memproyeksikan kemarahan itu menjadi sebuah tenaga gerak yang dahsyat. buat apa kemarahan jika bersifat destruktif yang dapat berakibat fatal baik pada diri maupun pada lingkungan.

lalu apa artinya sebuah dendam sekarang, biarkan itu jadi persembahan. segala hal yang telah pergi tidak mungkin kembali. dan apa yang bisa kita lakukan, imagi memutar waktu begitu naif. bahkan seekor keledaipun tak akan masuk ke lubang yang sama dua kali. pasrah mungkin terlalu kasar, rela mungkin bahasa yang lebih tepat. rela meninggalkan masa lalu untuk masa depan yang lebih baik dan apakah sebenarnya masa depan yang lebih baik itu?.

ketika kuketik ini. aku masih membayangkan masa depanku, entah cerah entah suram, biarkan ini menjadi persembahan.

No comments:

Post a Comment